BANYUWANGI, Kompas.com - Juara bertahan putri Surabaya Bank Jatim dipermalukan Mabes TNI Jakarta 0-3 (21-25, 21-25, 23-25), pada laga terakhir penyisihan Sampoerna Hijau Livoli Divisi Utama 2009 di GOR Tawang Alun Banyuwangi, Rabu (13/1/10).
Dengan hasil ini, Mabes TNI mengambil alih pimpinan klasemen akhir Grup X dan menggeser Bank Jatim yang menelan kekalahan pertamanya. Mereka akan bertemu Tectona Perhutani Bandung, Kamis (14/1), untuk perebutan tiket semifinal.
Sementara Surabaya Bank Jatim akan menghadapi TNI AU Jakarta yang menempati posisi ketiga Grup Y, untuk memastikan tiket empat besar lainnya.
Pertandingan perebutan tiket semifinal akan mempertemukan Petrokimia Gresik (runner up Grup Y) melawan Popsivo Polwan Jakarta (peringkat tiga Grup X), dan tim favorit PLN Jakarta (juara Grup Y) dengan pendatang baru Bank Sumsel (peringkat keempat Grup X).
"Penampilan Mabes TNI di laga terakhir ini jauh lebih baik dibanding sehingga mereka layak menang. Mabes TNI punya kekuatan sangat lengkap dan kami sempat kebingungan menekan," kata pelatih Surabaya Bank Jatim, Mashudi.
Mantan pelatih Surabaya Samator ini mengatakan, kekalahan ini tidak akan membuat mental anak asuhnya menurun dan tetap yakin timnya masih memiliki peluang untuk menjuarai Livoli.
"Putaran delapan besar akan sangat menentukan dan kami harus segera evaluasi kelemahan tim," tambahnya usai pertandingan.
Secara terpisah, pelatih Mabes TNI Joko Margo, mengungkapkan kunci kemenangan timnya atas juara bertahan Surabaya Bank Jatim, karena mengandalkan variasi serangan.
"Kemenangan ini menjadi modal bagi kami untuk menghadapi laga penentuan menuju empat besar. Semua lawan berat, termasuk Tectona yang belum pernah kami hadapi," katanya.
Samator perkasa
Pada kelompok putra, tim promosi Surabaya Samator kembali menunjukkan keperkasaannya dengan tidak terkalahkan. Pada laga terakhir penyisihan Grup A, mereka mengandaskan PLN Jakarta dengan skor 3-1 (23-25, 26-24, 25-20, 25-22).
Hasil ini melengkapi dua kemenangan sebelumnya yang diraih Samator atas Tectona Perhutani Bandung dan Sananta Jakarta, serta membawa mereka menjuarai Grup A.
"Target kami untuk tidak kalah pada babak penyisihan sudah terpenuhi. Mudah-mudahan hasil ini bisa dipertahankan di laga berikutnya dan kami akan berjuang lebih maksimal," kata pelatih Samator, Ibarsyah.
Hasil berbeda diraih tim Jatim lainnya yang juga juara bertahan Indomaret Sidoarjo. Pada laga terakhirnya, Khasoni Mufid dan kawan-kawan dipecundangi tim pendatang baru Bank Sumsel Bangka Belitung dengan skor 3-1 (19-25, 25-23, 25-21, 25-21).
Kekalahan kedua dari tiga pertandingan di babak penyisihan grup, membuat ambisi Indomaret untuk mempertahankan gelar juara menjadi diragukan.
"Peluang untuk lolos semifinal dan final masih sangat terbuka. Kami akan bekerja lebih keras memperbaiki penampilan di laga berikutnya," ujar Khasoni Mufid yang juga kapten tim Indomaret Sidoarjo.
Dengan hasil ini, Mabes TNI mengambil alih pimpinan klasemen akhir Grup X dan menggeser Bank Jatim yang menelan kekalahan pertamanya. Mereka akan bertemu Tectona Perhutani Bandung, Kamis (14/1), untuk perebutan tiket semifinal.
Sementara Surabaya Bank Jatim akan menghadapi TNI AU Jakarta yang menempati posisi ketiga Grup Y, untuk memastikan tiket empat besar lainnya.
Pertandingan perebutan tiket semifinal akan mempertemukan Petrokimia Gresik (runner up Grup Y) melawan Popsivo Polwan Jakarta (peringkat tiga Grup X), dan tim favorit PLN Jakarta (juara Grup Y) dengan pendatang baru Bank Sumsel (peringkat keempat Grup X).
"Penampilan Mabes TNI di laga terakhir ini jauh lebih baik dibanding sehingga mereka layak menang. Mabes TNI punya kekuatan sangat lengkap dan kami sempat kebingungan menekan," kata pelatih Surabaya Bank Jatim, Mashudi.
Mantan pelatih Surabaya Samator ini mengatakan, kekalahan ini tidak akan membuat mental anak asuhnya menurun dan tetap yakin timnya masih memiliki peluang untuk menjuarai Livoli.
"Putaran delapan besar akan sangat menentukan dan kami harus segera evaluasi kelemahan tim," tambahnya usai pertandingan.
Secara terpisah, pelatih Mabes TNI Joko Margo, mengungkapkan kunci kemenangan timnya atas juara bertahan Surabaya Bank Jatim, karena mengandalkan variasi serangan.
"Kemenangan ini menjadi modal bagi kami untuk menghadapi laga penentuan menuju empat besar. Semua lawan berat, termasuk Tectona yang belum pernah kami hadapi," katanya.
Samator perkasa
Pada kelompok putra, tim promosi Surabaya Samator kembali menunjukkan keperkasaannya dengan tidak terkalahkan. Pada laga terakhir penyisihan Grup A, mereka mengandaskan PLN Jakarta dengan skor 3-1 (23-25, 26-24, 25-20, 25-22).
Hasil ini melengkapi dua kemenangan sebelumnya yang diraih Samator atas Tectona Perhutani Bandung dan Sananta Jakarta, serta membawa mereka menjuarai Grup A.
"Target kami untuk tidak kalah pada babak penyisihan sudah terpenuhi. Mudah-mudahan hasil ini bisa dipertahankan di laga berikutnya dan kami akan berjuang lebih maksimal," kata pelatih Samator, Ibarsyah.
Hasil berbeda diraih tim Jatim lainnya yang juga juara bertahan Indomaret Sidoarjo. Pada laga terakhirnya, Khasoni Mufid dan kawan-kawan dipecundangi tim pendatang baru Bank Sumsel Bangka Belitung dengan skor 3-1 (19-25, 25-23, 25-21, 25-21).
Kekalahan kedua dari tiga pertandingan di babak penyisihan grup, membuat ambisi Indomaret untuk mempertahankan gelar juara menjadi diragukan.
"Peluang untuk lolos semifinal dan final masih sangat terbuka. Kami akan bekerja lebih keras memperbaiki penampilan di laga berikutnya," ujar Khasoni Mufid yang juga kapten tim Indomaret Sidoarjo.

Comments :
0 comments to “Tim Putri Mabes TNI Permalukan Juara Bertahan”
Post a Comment